Dalam diam...
tak selalu sunyi yang menyertai
tak selalu tak berarti..tak berarti mati..
diam memberikan ruang..
bagi sebagian tubuh yang lain untuk bicara
lebih terdengar daripada biasanya..
lebih hidup & lebih bermakna..
diam mengasah indra, untuk lebih peka pada tempat kita ada
pada angin dengan keikhlasan geraknya..
pada matahari dengan semangat sinarnya..
pada bulan dengan kesungguhannya dalam gelap..
pada jangkrik yang tak pernah lelah,
mengumandangkan dzikir dan tasbihnya..
pada laba-laba dengan ketinggian tawakkalnya..
ternyata diam adalah peluang,
untuk bisa berkaca pada cermin kehidupan...
Banjarmasin, menjelang isya..
(disadur dari buku 'karena bidadari ada di bumi')
Wednesday, June 3, 2009
DIAM !!!
Diposting oleh
Ma'rifah
di
5:45 AM
0
komentar
Link ke posting ini
Tuesday, February 10, 2009
DIA...
Ada yang terbunuh, ketika raga tak lagi berpeluh...
Dialah, NURANI!
Ada yang mati, ketika rasa tak lagi mudah tersentuh...
Dialah, HATI!
Ada yang terkapar, ketika usaha tak lagi sempurna...
Dialah, TEKAD!
Ada yang hilang, ketika jiwa tak lagi berontak...
Dialah, AKAL!
Ada yang luruh, ketika lisan dan rasa terlalu mudah berdialektika...
Dialah, IMAN!
Allah...
Jangan biarkan aku kehilangan salahsatu diantaranya
Izinkan Aku mencintaiMu, meski tak sempurna..
Banjarbaru, 100209
Ketika aku begitu takut kehilanganNya
Diposting oleh
Ma'rifah
di
4:05 AM
3
komentar
Link ke posting ini
Saturday, January 10, 2009
Say hello...
Kangen coret-coret di blog ini...
lama ga menjenguk..
bukan karna ga ada bahan coretan,
tapi terlalu banyak hal yang ingin saya ceritakan..
rasanya tak cukup waktu untuk menjadikannya rangkaian kalimat ataupun bait..
Teman2. mhn maaf lama testi-nya ga bisa direspon,
soalnya sekarang waktu banyak habis dijalan PP Banjarmasin-banjarbaru
Mhn do'a juga smg Allah senantiasa beri kekuatan menebar manfaat disetiap tempat
serta keikhlasan dan kemenangan iman atas segala ujian yang terjadi dalam hidup,
Karena pada hakikatnya hidup sendiri adalah kumpulan ujian..
mohon do'a agar senantiasa ingat bahwa Allah adalah Maha segalanya, Raja diatas segala raja
Diposting oleh
Ma'rifah
di
4:12 AM
0
komentar
Link ke posting ini
Friday, December 12, 2008
Islam dan Logika
Diskusi berjalan mengalir. seru, religius namun ilmiah. Seperti potongan kalimat ilmuan islam ternama yang pernah Aku baca, beliau mengatakan bahwa 'islam adalah agama logika'. aku fikir diskusi malam tadi cukup representatif menggambarkan potongan kalimat-kalimat tersebut. Bagimana kemudian agama (islam) coba dimaknai dan diterjemahkan oleh akal kedalam contoh-contoh konkrit yang secara logika sangat sulit untuk dibantah atau dipatahkan (mudah diterima). Rasionalisasi untuk membuktikan bahwa islam sebagai agama yang syamil dan mutakamil dimunculkan dengan argumentasi yang lugas&cerdas oleh ustadz (yang menurut analisaku menganut ajaran syiah) itu.
Pembahasannya tajam tapi juga cukup memusingkan, yang pasti satu pelajaran berharga yang aku dapat: jangan sekali-kali salah memilih diksi (kata) ketika berdiskusi dengan orang-orang seperti ini, selain itu argumentasi yang digunakanpun harus yang sangat mendasar. karna jika salah omong anda bisa dibantai habis-habisan dan dibuat bingung, mirip seperti pengalaman saya belajar matematika, penuh analisa, abstrak namun valid!
Agak berbeda dengan cara belajar aku selama ini, lebih cendrung 'pasrah' untuk memahami hal-hal bersifat ghaib yang mestinya tidak lagi menjadi perdebatan. Namun kali ini berbeda beliau mampu menemukan satu titik kesehfahaman yang ditarik dari nalar akal&dialektika religius yang bersumber dari niali2 dasar agama. metode doktrin yang cukup baik, namun jika tidak kuat sangat mungkin untuk salah tafsir&menggerus keyakinan. maklum nilai filsafatnya cukup kental :)
Namun sampai hari ini masih terlalu banyak paradoks yang ada dikepala saya, jika prinsip-prinsip dasar itu begitu indah dikuasai, lantas mengapa ada aplikasi yang begitu jauh berbeda ketika prinsip-prinsip dasar itu berdiferensiasi dan ditabrakkan dengan realitas? yang pasti ketika kita berbicara logika, maka akan kita temukan ruang-ruang persepsi disana. yang menjadi masalah, tidak mungkin kita menilai sesuatu memakai persepsi orang lain, persepsi orang lain hanya cukup menjadi referensi yang bisa diterima namun bisa jadi ditolak. namun aku fikir logika saja tidak cukup masih ada ruang rasa disana yang pemeran utamanya adalah nurani. namun disaat sekarang ini berapa banyak orang yang mampu sungguh-sungguh berdialog dengan nuraninya? variabel apa yang menjadi tolak ukur nurani? apakah hanya rasa nyaman? kalau seperti itu, jawabannya akan kembali menjadi sulit karena semua orang mempunyai ego. Pembahasannya tentang ini hampir tak ada yang detail, masih begitu general karena memang hanya sebatas itulah yang bisa dibahas. konklusi yang bisa aku ambil adalah masing-masing diri kita harus mengoptimalkan daya nalar & kebeningan hati untuk semakin mempertajam nilai-nilai kebenaran itu. ujung-ujungnya kembali kepada diri masing2. bagaimana kita mampu mengapresiasi diri dan melakukan pencerahan pada diri kita. secara teori kelihatan sederhana namun ternyata begitu rumit!
Sampai saat ini aku belum bisa menemukan jawabannya, haruskah kembali merujuk pada kebijakan sebelumnya: 'biarlah waktu yang akan menjawabnya, hhff.........'
Banjarbaru, desember 08
dipersimpangan...
Diposting oleh
Ma'rifah
di
5:22 PM
7
komentar
Link ke posting ini
Tuesday, December 9, 2008
Antara Idealisme & Profesionalisme
Sementara itu ketika kita berbicara profesionalime maka kita akan berbicara tentang ruang-ruang yang sangat relatif dan multitafsir, sangat tergantung pada sistem dan tatanan nilai yang berlaku dalam sekelompok orang dimana kita berada dan beraktifitas dimana sistem itu diciptakan oleh persepsi dominan yang diamini dalam lingkup masyarakat tersebut.
Yang menjadi problem adalah ketika kedua hal ini ditabrakkan dalam suatu nilai yang tidak seirama. Di satu sisi ada tuntutan jiwa untuk memperjuangkan apa yang menjadi prinsip hidup, namun disisi lain ada tuntutan untuk menghormati nilai-nilai 'sakral' di masyarakat.
Dalam perjalanan dari banjarbaru menuju banjarmasin sejenak saya dihinggapi keraguan, akan sebuah idealisme dan profesionalitas ketika dibenturkan pada adab interview. prinsip yang selama ini saya pegang kurang cocok dengan apa yang menjadi kebiasaan masyarakat hari ini. ada keraguan kalau saja prinsip ini justru menjadi penghambat bagi kelulusan. untuk mencari jawaban dan menenangkan fikiran, aku berhenti disebuah masjid besar di Kalsel. duduk, berfikir, merenung&menetapkan pilihan. Walhasil beberapa menit saya disana, saya temukan jawabannya yaitu tetap berdiri tegak di atas prinsip! intanshurullaha yanshurkum wa yustabbit aqdamakum...InsyaAllah Allah akan menolong & memberi yang terbaik sesuai dengan penilaianNya. Yang terpenting adalah bagaimana kita berusaha optimal, jikapun hasilnya belum sesuai maka bisa jadi menurut Allah saya 'belum siap' untuk mampu bertahan di ranah itu. bukankah itu bentuk kasih sayangNya?
Saat itu saya sangat yakin, itulah pilihan hidup yang harus saya perjuangkan. ia adalah izzah (kemulyaan) yang tidak boleh tergadai, karena apa yang saya lakukan pada hakikatnya merupakan penghormatan terhadap diri saya sendiri dan orang lain. Jika di titik awal saja saya sudah kalah, bagaimana nanti saat menghadapi realitas yang jauh lebih 'ganas' daripada sekedar berdialektika ini dan itu saat tes.
Mohon do'a ya...
masih ada 2x tes lagi hingga akhir desember :)
Diposting oleh
Ma'rifah
di
11:00 PM
0
komentar
Link ke posting ini
Friday, December 5, 2008
Jalan-Jalan...
Cari Inspirasi...
Cari semangat...
Refleksi Diri...
Membuang Jenuh...
Menyambung usia...
And plg urgent, menyelamatkan diri! he...
Barabai...I'm coming...
I have feel ok :)
Diposting oleh
Ma'rifah
di
10:27 PM
0
komentar
Link ke posting ini
Wednesday, November 26, 2008
Tanpa Judul..
Hijau, merah, kuning, jingga, biru, coklat, ungu...
Akhir-akhir aku ini semangat, bahkan sangat semangat, walaupun realitas yang dihadapi mestinya membuat sedikit agak kesal ( seperti biasanya, he...)
- Reformasi Iman
Qs:3:139 :'Janganlah kamu merasa lemah dan jangan pula bersedih hati, padahal kamulah orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman'
Qs:8:9 :'Ingatlah, ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankannya bagimu, ' Sungguh Aku akan turunkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut'
- Reformasi Hati
Tetep...Sabar dan Syukur, 2 hal yang menjadikan tekad dan azzam semakin menguat, nafas perjuangan panjang, pasokan energi yang tak pernah habis n' api semangat yang tak pernah padam :)
- Reformasi Mental
Mengutip kata-kata Ust. Rahmat Abdullah di film 'Sang Murabbi'
"Ada 2 hal yang harus selalu kamu ingat yaitu kebaikan oranglain terhadapmu dan keburukanmu/kejahatanmu terhadap orang lain.. Dan ada 2 hal juga yang harus kamu lupakan, yaitu kebaikanmu terhadap orang lain dan keburukan/kejahatan orang lain terhadapmu"
- Reformasi Fikiran
Husnudzan : Teman, sahabat, saudara, lingkungan, orang tua dan apapun itu.. merupakan sarana Allah untuk mentarbiyah diri kita, agar kita yang tadinya hanya berkualitas selevel karbon bisa menjadi intan. cie....
- Reformasi Performance (he...)
Kita mungkin bisa menyembunyikan perasaan hati dibalik kata-kata lisan, Tapi ia akan selalu terpancar melalui gurat wajah dan semangat kita
Kata seorang teman, 'disaat hatimu dalam keadaan sempit/jelek, maka bercerminlah, Hasilnya?? bisa lihat sendiri :p
Banjarbaru, nov'08
masih dengan Semangat!
Diposting oleh
Ma'rifah
di
3:30 AM
3
komentar
Link ke posting ini